Sebuah Cerita Sahabat – Rinjani, Kupasti Kembali! (3-Tamat)

Petualangan yang tak terlupakan ya Febee! Ingredients of Life

 

Tuhan memang art director paling canggih sejagad raya. Dan salah satu maha karya-Nya yang paling cantik ada di danau Segaranak……

Salah satu pesona unggulan Taman Nasional Gunung Rinjani adalah Danau Segaranak dan keindahan alam Segaranak ini sudah dapat dinikmati sejak perjalanan turun dari pelawangan Sembalun.

pelawangan

Walaupun pada awal perjalanan kita akan menemukan jalur yang sulit dilalui karena hampir separuh perjalanan berupa bebatuan kerikil dan jalan terjal menurun. Jika kita tidak berhati-hati maka akan terpeleset dan langsung disambut oleh jurang yang me-nganga di sisi jalan. Memang track nya hampir menyerupai tangga- tangga tapi masih sangat lah jauh dari kata nyaman, tidak jarang kita berhadapan dengan medan curam yang mengharuskan kita merayap seperti atilit rock climbing, Beberapa kali saya mendapat peringatan untuk tidak mengambil foto, tetap berkonsentrasi dengan jalan karena ada banyak kasus pendaki nakal yang terpeleset, karena asyik mengambil foto.

turunan

Tidak heran memang jika banyak pendaki yang tergiur untuk mengambil foto, perjalanan ini menawarkan banyak suguhan memukau. Pemandangan jalur tujuh bukit penyesalan yang kemarin kami lalui meliuk-liuk indah, pada dinding-dinding tebing yang curam, kuncup-kuncup bunga edelwais bergelayut dengan cantik nya. Aroma semerbak bunga edelwais mengiring langkah kami menyusuri jalan terjal menurun, wangi nya mengalahkan parfum luar negeri sekalipun.

Sudah mendekati danau, jalur sudah tidak terjal seperti pada awal perjalanan, bahkan saya bisa berlari menuruni perbukitan, sayangnya saat itu cuaca berkabut saya jadi tidak bisa melihat gagahnya puncak gunung Tambora yang katanya bisa terllihat dari sini .

menuju segaranak

Dan disini saya baru menyadari gunung rinjani menyimpan banyak spesies bunga, selain bunga edelwais saya meilihat bunga beraneka warna teronggok diatas bukit dan tebing, bahkan di bawah jembatan penghubung pun ditumbuhi hamparan bunga beranega warna. Dan saya juga mendengar suara nyanyian burung yang bersahutan. Rasanya semua pesona ini tidak sanggup di jabarkan dengan kata-katan indah sekalipun terucap dari seorang pujangga. Alam begitu indah nya.

turun_ichil

febee

Dan danau Segaranak itupu kian mendekat….

segara from the hill

step to segara anak

ROAD TO EMPTINESS

Menurut Wikipedia, Segara Anak merupakan sebuah danau yang terletak di kaldera gunung Rinjani. Segara (laut) anak berarti anak laut yang di yakini sebagai bagian dari laut yang terpecah ke dalam sebuah pulau. Hal ini di dasari atas warna air yang biru seperti laut. Danau Segara Anak terbentang seluas 1.100 ha berbatas dinding pegunungan terjal. Gunung Barujari yang tumbuh belakangan akibat aktivitas vulkanik dengan medan berpasir dan sesekali mengepulkan asap magma menjadi pelengkap eksotisme pemandangan.

segara anak

Saya pernah membaca sebuah artikel yang berjudul “the Art of doing nothing”, kalimat tersebut mengaplikasikan arti dasar dari kata Vacation, yakni tidak melakukan apa-apa. Demikian lah yang saya rasakan saat berada di danau Segaranak ini. Pemandangan indah membuat saya terbius, hanya ingin berdiam menikmati sepuasnya apa yang disuguhkan alam. Damai dan nyaman.

segara anak

tenda

segara anak4

Satu-satu nya kegiatan yang banyak mendapat perhatian di danau ini adalah memancing, ada banyak penduduk sekitar gunung rinjani bahkan yang jauh sekalipun mengkhususkan diri untuk datang memancing di danau ini. Ikan yang bisa di temui di danau ini adalah jenis ikan mas atau ikan mujair. Jadi kalau anda hobi memancing jangan lupa menyiapkan alat pancing jika datang ke danau ini. Contoh nya adalah teman kami Tole yang membawa seperangkat alat pancing nya dan menghabiskan waktu nya hanya untuk memancing.

fisherman_s

fisherman2

Cukup banyak ikan yang bisa didapat oleh Tole dan ikan-ikan tersebut yang menjadi santapan kami selama dua hari di danau. Isitimewa nya lagi, Tole memasak sendiri ikan-ikan hasil tangkapan nya itu buat kami, entah apa bumbu yang dipakai rasa masakan nya sungguh lah nikmat.

Tole_hasil

hasil tangkapan

Jika anda tidak tertarik dengan memancing boleh lah mencoba untuk menyusuri pinggiran danau. Jika beruntung anda bisa menyaksikan sekelompok burung belibis berenang di tengah danau. Pada waktu itu saya beruntung bisa melihat pelangi dari gunung baru jari sampai di atas danau, Indah sekali. Di danau Segaranak ini juga terdapat gua yaitu gua yang banyak dikunjungi masyarakat pulau Lombok, karena dipercayai air hangat yang keluar dari dalam gua bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jangan ditanya suasana malam di pinggir danau, jutaan bintang bertaburan di langit, sinar nya memantul di atas danau. Semakin malam kita bisa melihat banyak bintang jatuh, berjuta make a wish langsung terucap.

segara anak5

pohon segara anak

segara anak2

river segara anak

pepohonan1

Danau segaranak melebur orang-orang dari berbagai latar belakang menjadi sebuah keluarga besar. Tepat di sebelah tenda kami berdiri tenda dua orang mahasiswa dari Jakarta yang sedang mengisi liburan mereka, dengan bangga nya mereka bercerita bagaimana perjuangan mereka dari Jakarta sampai akhirnya bisa menggapai puncak Rinjani, salut dengan semangat mereka. Tidak jauh dari tenda kami ada sekelompok anak muda yang datang ke danau Segaranak hanya untuk memuaskan hobi memancing mereka.
Berbekal beras dan bumbu seadanya mereka benar-benar mengandalkan ikan danau untuk makan sehari-hari.

linting

Anak-anak muda ini sangatlah ramah, mereka menjamu kami di tenda mereka layaknya teman lama, yang istimewa nya lagi mereka menjamu kami dengan tembakau Kasturi, sebagai bentuk penghormatan menyambut tamu. Dari obrolan akhirnya saya tau kalau mereka berasal dari daerah Lombok Timur yang memang daerah penghasil tembakau di Propinsi Nusa Tenggara barat ini. Menurut teman-teman yang mencoba rasanya patut dipujikan. Mereka memberi tahu bahwa ada tembakau kelas premium yang lebih enak lagi, nama nya tembakau Sena. Tembakau ini hanya bisa ditemui di kota Masbagik Lombok Timur. Atas kemurahan hati mereka kami diberi tahu satu-satu nya toko yang menjual tembakau ini, dan pada akhir nya kami juga mengejar tembakau sena ke toko itu, sebagai oleh-oleh buat teman-teman di Jakarta.

Seperti cerita saya sebelumnya, dimana kami banyak menemui pendaki-pendaki rinjani yang usianya sudah berumur dan setiap kami bertanya kepada mereka, semua selalu menjawab gua susu untuk berobat. Rasa penasaran kami akan gua susu itulah yang membuat kami juga ingin mencari keberadaan nya.

savana segara anak

Gua susu ini tidak jauh dari danau segaranak, namun jalan yang ditempuh pun cukup terjal dengan mendaki dan menuruni kurang lebih 2 bukit, sampai lah kita pada gua sumber air panas yang menjadi tujuan para pencari obat itu. Didalam gua tersebut terdapat uap sumber air panas, sehingga rasanya kalau masuk kedalam nya seperti kita masuk kedalam steam di spa.

gua susu2

gua susu1

gua susu

Selain itu pula air yang mengalir dari gua tersebut membetuk kolam-kolam kecil air panas yang siap juga memanjakan kaki kita untuk sekedar menghilangkan penat. Sungguh sangat nikmat yang saya rasakan setelah berjalan 3 hari, kaki ini rasanya seperti merasakan pijatan terapis di spa, priceless.

rendam kaki

PESTA PORA

Sebagai tukang makan yang suka masak, saya dan Ichil pasti melakukan kedua hobi kami tersebut di disetiap pendakian gunung yang kami lakukan, termasuk di trip Rinjani ini. Dari jauh-jauh hari kami sudah membayangkan bagaimana seru nya sore-sore memasak di pinggir danau dengan latar belakang birunya air Segara Anaka dan panorama Gunung Baru Jari, dan itu terwujud persis seperti apa yang kami bayangkan.

menggoreng

memasak puding

Semua perkakas masak siap di gelar di depan tenda tidak lupa Trangia andalan kami lengkap dengan segala perlengkapan bumbu. Walau dengan peralatan yang seadanya kami bisa menghasilkan masakan yang lezat. Berikut menu masakan yang akan kami olah selama “pertapaan” kami di danau Segaranak : Puding coklat, bitterballen, bakwan sayur dan ikan bakar padang. Kami ber perinsip naik gunung bukan berarti harus makan Mie instan terus kan ?

memasak

Untuk pendakian rinjani ini karena urusan masak sudah menjadi tanggung jawab porter, maka kami hanya memasak makanan kecil saja sebagai teman minum teh dan kopi di sore hari. Sebuah pengalaman mewah, sore hari bisa bersantai dipinggir danau segaranak menikmati bitterballen hangat sambil nge teh dan ngopi lengkap dengan frechpress tentunya.

Relax

Khusus untuk ikan bakar padang, saya sengaja meminta ibu saya membuatkan bumbu ikan bakar padang andalan beliau, saya tau ikan di danau segaranak besar-besar dan pasti cocok sekali jika dimasak ikan bakar Padang.

bumbu ikan

Danau Segaranak mengajarkan saya bahwa saya bisa memanfaatkan dingin nya air danau untuk kulkas alami. Contoh nya pada saat membuat pudding coklat, proses pendinginan pudingnya, panci trangia yang berisi adonan pudding saya masukan setengah badannya kedalam air danau yang suhunya cukup dingin, lalu bagian atasnya saya tutup dengan wajan teflon yang diberi pemberat batu, luar biasa.. malam hari nya kami bisa dessert dengan pudding coklat, terima kasih lagi kepada alam yang sangat bermurah hati memanjakan lidah dan rasa kami, walau berada di ketinggian 2000

kulkas alami

Dan berikut rentetan menu makanan kami selama trips Rinjani: pelecing kangkung, telur dadar, sop sayur, capcay, nasi goreng, kornet goreng, ikan goreng mujair hasil tangkapan di danau, ikan bakar padang, rending daging, orek tempe, sambal roa dan menu istimewa kami adalah ayam taliwang yang kami nikmati di malam terakhir kami di danau, Pesta Pora….

bakar ikan

ikan segaranak

PULANG
Sebelum saya memulai perjalanan ke gunung rinjani ini banyak sahabat saya yang memperingatkan untuk membawa logistic lebih, karena apabila sudah sampai danau rasanya akan malas pulang dan memang ini yang sayai rasakan. Sangatlah berat sekali kami harus meninggalkan keindahan alam dan kedamaian di danau segaranak ini, but show must go on.

the A Team

Untuk pulangnya, kami menargetkan perjalanan 1 hari penuh tanpa ada menginap, sehingga kami memperhitungkan dengan memulai perjalanan di pagi hari. Tepat pukul 7 pagi kami semua sudah siap menyandang ransel masing-masing dan siap memulai perjalan pulang.

nanjak sembalun

Gunung Rinjani kembali menunjukan keunikannya, biasanya apabila kita turun gunung, maka track yang akan kita hadapi adalah track yang terus menurun hingga akhir gunung, namun rinjani hal ini tidak berlaku, track pulang pun harus dilalui dengan proses mendaki ke pelawangan senaru. Track pendakian nya cukup menguras tenaga, diawali dengan melewati sungai kecil yang kebetulan sedang musim kemarau sehingga air hanya sampai ke mata kaki, menurut Bang Osh pada musim hujan bisa sampai sepinggang, selanjutnya kembali kami disambut dengan tanjakan-tanjakan dan jalan yang berpasir, kami sedikit diuntungkan dengan turun hujan semalam, pasir-pasirnya sedikit mengeras sehingga tidak terlalu berdebu. Rock climbing kembali lagi terjadi, bongkahan batu-batu besar siap menghadang kami, realing yang disiapkan pada pinggiran batu sudah banyak yang rusak sehingga kami perlu extra hati-hati untuk mencari pegangan ketika melewati dan merayap diantara bebatuan itu, sangant menantang dan membangkitkan adrenalin kami.

pelawangan senaru

Keindahan alam akan danau Segaranak pun rasanya tak rela dilepas begitu saja, diantara bebatuan dan pasir, mata kamipun tetap disuguhkan keindahannya dari sisi yang berbeda, kali ini melalui pelawangan Senaru, rasanya tak kan rela melepas ini.
Di pelawangan Senaru ini kami sempat berhenti sejenak untuk mengatur nafas setelah melewati track panjang dan menanjak, dan selanjutnya kami akan disuguhkan track menurun dan memasuki hutan, Jalan yang kami lalui untuk track turun tidak terlalu curam, beberapa bukit terbuka yang bisa kami lalui dengan berlari kecil.

bukit menuju pulang

Ketika memasuki kawasan hutan, nyanyian merdu dari burung-burung menjadi ucapan selamat datang untuk kami. Di dalam hutan lindung ini kita akan melihat deretan pohon tertata rapi, jika beruntung kami melihat pertunjukan “sirkus” kera-kera hutan. Rasanya betah berlama-lama di dalam hutan ini. Kesempatan kali ini saya beruntung bisa melihat lutung ( kera hitam ber ekor panjang) sedang bergelayutan liar diantara pepohonan, sungguh indah rasanya, seperti memandang tayangan National Geographic secara live.
Tepat pukul 4 sore, kami sudah menginjakan kaki di gerbang taman nasional rinjani, yang menandakan tracking kami sudah selesai, dan tepat di gerbang itu sebuah warung kecil sudah siap menggapai-gapai saya untuk bisa mencicipi hangatnya pisang goreng dan secangkir teh manis untuk memulihkan energy .
Rasanya saya tidak akan pernah puas akan gunung rinjani ini, dalam proses menulis catatan perjalan ini pun kerinduan yang membuncah akan keindahan alam nya dan ketenangan danau terus menggelayut, saya akan kembali ke gunung rinjani suatu saat nanti, janji saya.

segara anak3

new mountain

Komentar Anda

comments

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below