Mitos Gili Linus Yang Misterius

Gili di Lombok tidak cuma Gili Trawangan, Gili Nanggu, Gili Meno dan Gili Air saja! Masih ada Gili Linus yang keberadaannya menyimpan banyak misteri. Aura misterius pulau cantik ini, berasal mulai dari asal-usul keberadaannya sampai kuburan yang ada di Puncak Gili Linus.

Dermaga Batu Nampar, tempat penyeberangan ke Gili Linus yang memakan waktu sekitar 10 menit menggunakan perahu nelayan. Rute menuju Batu Nampar itu sangat mudah. Dari pertigaan kantor Desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, kalau dari arah Praya ke kanan kemudian lurus. Nanti bertemu pertigaan belok kiri, lurus lagi ketemu pertigaan dan ambil kanan. Terus saja ikuti jalan yang beraspal dan aspalnya juga sudah bagus sampai ketemu pasar dan ada perempatan belok kiri. Selanjutnya, lurus sampai nanti ketemu Tambak Garam. Ikuti jalan dan sampailah di Dermaga Batu Nampar. Kalau mau menyeberang langsung saja tanya-tanya ke nelayan setempat.

Tampak dari kejauhan Gili Linus seperti bukit yang muncul di tengah laut. Gili Linus, merupakan tumpukan bebatuan yang indah berbentuk kubus dan persegi panjang. Bebatuan tersebut seperti pahatan manusia yang menumpuk dan tersusun rapi. Diperkirakan bebatuan ini sudah berusia ratusan sampai ribuan tahun. Batu-batu yang menumpuk dan tersusun rapi di Gili Linus mungkin sudah berusia ratusan sampai ribuan tahun karena disela-sela batu yang menumpuk ini ditumbuhi pohon-pohon besar. Setelah sampai di puncak Gili Linus ada kuburan tetua atau orang zaman dulu Jerowaru. Ada dua buah kuburan yang satunya lebar dan besar, tapi satunya lagi kecil. Di kuburan tersebut ada bekas kepala kambing dan wadah kemenyan. Konon, kuburan ini sering dijadikan tempat ritual oleh masyarakat setempat.

Gili Linus ramai dikunjungi masyarakat sekitar apabila ada upacara adat Sasak, keagamaan, serta acara pergantian Tahun. Di sisi bagian timur Gili Linus, ada batu unik berbentuk kursi. Tapi sayang, batu tersebut tidak bisa diambil gambarnya. Ya, karena batu ini tertutup oleh semak-semak dan tidak akses menuju ke sana.

Gili Linus sudah masuk daftar pulau-pulau kecil yang dilindungi oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Untuk sampai di Gili Linus, wisatawan harus menyeberang. Tarif penyeberangan ke Gili Linus hanya perlu membayar sekitar Rp 5.000 per orang dengan menggunakan sampan kecil. Satu sampan ini muat untuk lima orang dan satu nahkoda.

Selain itu, ada beberapa mitos yang beredar di tengah-tengah masyarakat tentang keberadaan Gili Linus. Gili Linus terbentuk dari tiga batu mulia yang dihadiahkan oleh kerajaan Dompu ke kerajaan Sasak di Jerowaru. Salah satu batu mulia ini sampai sekarang keberadaannya masih misteri, sementara dua batu mulia yang lainnya masing-masing dipegang oleh penunggu Gili Linus (jin) dan manusia biasa.

Dulunya, Gili Linus adalah benteng pertahanan Kerajaan Sasak. Saat ini Gili Linus dikuasai oleh 3 suku, yaitu Suku Sasak yang mendapat bagian di sisi puncak, utara, dan barat, Suku Tionghoa yang mendapat bagian di sisi timur dan Suku Bugis di bagian Selatan. Sedangkan bagian puncak dan barat yang dikuasai Suku Sasak diamanatkan kepada jin penunggu sebelah utara. Salah satu tokoh masyarakat Jerowaru di bagian puncak dan bagian barat.

Jangan sekali-kali berbuat maksiat di Gili Linus, apabila Anda membawa pasangan lawan jenis! Apabila melanggar Anda akan diusik oleh penunggunya. Selain itu, jangan membawa pulang benda apapun dari Gili Linus. Setiap benda di pulau ini ada penjaganya. Apabila ada yang terbawa sampai rumah, pasti akan ditagih oleh penunggunya. Di puncak dekat kuburan, ada sebuah mata air. Namun, jarang ada yang bisa melihat apalagi menemukannya. Apabila Anda bisa melihat mata air tersebut, segeralah membuat ritual khusus! Konon itu menjadi pertanda rezeki Anda akan melimpah.

Ada yang lebih unik saat kita ingin meninggalkan Gili Linus. Cobalah mengelilingi gili tersebut. Tidak banyak-banyak, hanya cukup satu kali saja. Prosesi ini dilakukan agar bisa melihat semua sisi Gili Linus dari lautan. Oh ya, sebenarnya dibandingkan dengan Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Gili Nanggu ataupun Gili Kondo, Gili Linus tidak memiliki sesuatu yang spesial. Tapi, dari atas puncak Gili Linus kita bisa menikmati panorama indah pantai-pantai di sekitar, seperti Pantai Ekas, Pantai Surga, Pantai Batu Nampar, dan Pantai Gerupuk.

Komentar Anda

comments

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below