free website stats program

LBH-APIK NTB Gelar Pelatihan Penghapusan Kekerasan Berbasis Agama & Gender

Infolombok.Net – Dalam rangka melakukan antisipasi terhadap maraknya kekerasan bernuansa agama dan kekerasan terhadap perempuan Lembaga Bantuan Hukum Aliansi Perempuan Untuk Keadilan (LBH APIK NTB) bekerjasama dengan Aliansi Kerukunan Pemuda Lintas Agama (AKAPELA NTB) mengelar pelatihan untuk Pemuda Lintas Agama selama tiga hari 7 – 9 September 2014.

b

Pelatihan tersebut mengangkat tema “Pelatihan HAM & HAP, Penghapusan Kekerasan Berbasis Agama & Gender serta Kekerasan Atas Nama Agama Untuk Kelompok Pemuda & Mahasiswa Lintas Agama.”

Dalam pelatihan tersebut dihadiri oleh Akapela Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara (KLU), dan Lombok Barat. Acara bertempat di Hotel Pratama, Rembige, Mataram. Sebagai fasilitator Ibu Beauty Erawati (LBH APIK NTB) dan Ibu Nikmatullah Syarif (IAIN Mataram), juga menghadirkan narasumber pelatihan ini akan diisi dari lima tokoh agama, anata lain; Muhammad Misnul Hakim, S.Ag (Tokoh Islam), Bapak Pendeta Yusuf (Tokoh Protestan), Bapak Romo Yohanes Kadek Aryana (Tokoh Katholik), Bapak Arnadi (Tokoh Budha), dan Ida Made Adnya, SH., MH (Tokoh Hindu) yang berbicara tentang Fundamentalisme Agama dan Keadilan Gender Dalam Perspektif Agama-agama”.
Ketua Panitia, Surya, mengatakan pelatihan yang berlansung selama tiga hari ini bertujuan, “pertama, Memberikan pemahaman kepada pemuda dan mahasiswa lintas agama tentang kekerasan berbasis agama dan gender serta kekerasan atas nama agama. Kedua, Membuka ruang diskusi dengan pemuda lintas agama tentang pentingnya penghapusan kekerasan berbasis agama dan gender serta kekerasan atas nama agama. Ketiga; Penguatan perspektif, kapasitas, dan jaringan changemaker dari pemuda dan mahasiswa lintas agama tentang kekerasan berbasis agama dan gender.

Sementara ketua Akapela NTB Azkia, mengatakan, persoalan Fundamentalisme, radikalisme dan penghapusan kekerasan berbasisa agama adalah contoh murni fenomena yang harus diantisipasi secara bersama-sama. “Satu tahun setelah berdiri AKAPELA bersama teman masing-masing perwakilan Kota Mataram, KLU, dan Lombok Barat terus berupaya melakukan antisipasi paham tersebut. Salah satu cara paling efektif seperti, diskusi rutin mingguan dan bulanan ditiga kabupaten”.

Azkia menambahkan, selain diskusi kunjungan ke masing-masing tokoh agama pun Akapela lakukan. Harapan dari adanya pelatihan seperti ini agar Akapela menjadi Pemuda Lintas Agama yang tanggap terhadap Fundamentaslisme, Radikaslisme.” Harap Azkia. (Suryajaya)

Komentar Anda

comments

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below