free website stats program

Keluhan Pelanggan Terhadap Pelayanan PLN NTB

Seperti judul di atas yang saat ini menggambarkan tentang aspirasi masyarakat Lombok, Kota Mataram khususnya. Langsung saja, sudah hampir sebulan ini, kami seringkali mengalami pemadaman listrik bergilir yang terjadi seminggu lebih dari dua kali untuk tiap wilayah di Kota Mataram.

Kami tak tahu lagi bagaimana cara mengadu masalah ini. Seperti yang sudah-sudah, pihak PLN hanya berkilah, untuk penghematanlah, sedang perbaikanlah, keputusan pemerintahlah dan sebagainya. Pernyataan simpang-siur tidak dibarengi dengan langkah konkret pihak PLN, seperti sosialisasi tentang mengapa terjadi pemadaman bergiliran secara terus-menerus, atau berusaha memadamkan sejarang mungkin atau tidak sama sekali.

Mungkin buat kami langkah penghematan masuk akal, namun untuk alasan lainnya kami sesali tak ada langkah penyelesaiannya. Kalaupun penghematan juga tidak ada sama sekali sosialisasi akan hal tersebut, dan juga jam pemadaman terbilang masih pada jam produktif masyarakat Mataram beraktifitas, yakni sekitar pukul 17.45 – 22.30. Jam yang bagi kami cukup efektif untuk belajar para mahasiswa dan pelajar, waktu lembur dan bekerja bagi para karyawan. Bahkan, ada beberapa fasilitas umum yang penting ikut terkena pemadaman.

Kami sangat terganggu. Saya mengutip pernyataan Bapak Jusuf Kalla sewaktu beliau menjabat sebagai wakil presiden, “Takkan maju sebuah negara apabila tanpa pasokan listrik yang merata. Karena setiap aktivitas terutama industri membutuhkan listrik untuk bergerak.”

Saya anggap itu adalah pecutan untuk PLN yang hingga kini masih setengah-setengah melayani konsumen. Kami selalu dipaksa untuk membayar tagihan tepat waktu, namun kami tak bisa memaksa PLN untuk selalu menjaga listrik tetap menyala. Bahkan, mereka memaksa kami untuk mematikan lampu pada jam-jam efektif kami.

Apa ini yang caranya perusahaan besar di Indonesia melayani konsumennya? Bukan melayani konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai tujuan utama, melainkan mengecewakan konsumen tanpa usaha nyata memperbaikinya? Kami sebagai masyarakat NTB khususnya Lombok, kecewa dengan kinerja dan cara PLN NTB melayani konsumen.

Seperti judul di atas yang saat ini menggambarkan tentang aspirasi masyarakat Lombok, Kota Mataram khususnya. Langsung saja, sudah hampir setahun ini, kami seringkali mengalami pemadaman listrik bergilir yang terjadi seminggu lebih dari dua kali untuk tiap wilayah di Kota Mataram.

Kami tak tahu lagi bagaimana cara mengadu masalah ini. Seperti yang sudah-sudah, pihak PLN hanya berkilah, untuk penghematanlah, sedang perbaikanlah, keputusan pemerintahlah dan sebagainya. Pernyataan simpang-siur tidak dibarengi dengan langkah konkret pihak PLN, seperti sosialisasi tentang mengapa terjadi pemadaman bergiliran secara terus-menerus, atau berusaha memadamkan sejarang mungkin atau tidak sama sekali.

Mungkin buat kami langkah penghematan masuk akal, namun untuk alasan lainnya kami sesali tak ada langkah penyelesaiannya. Kalaupun penghematan juga tidak ada sama sekali sosialisasi akan hal tersebut, dan juga jam pemadaman terbilang masih pada jam produktif masyarakat Mataram beraktifitas, yakni sekitar pukul 17.45 – 22.30. Jam yang bagi kami cukup efektif untuk belajar para mahasiswa dan pelajar, waktu lembur dan bekerja bagi para karyawan. Bahkan, ada beberapa fasilitas umum yang penting ikut terkena pemadaman.

Kami sangat terganggu. Saya mengutip pernyataan Bapak Jusuf Kalla sewaktu beliau menjabat sebagai wakil presiden, “Takkan maju sebuah negara apabila tanpa pasokan listrik yang merata. Karena setiap aktivitas terutama industri membutuhkan listrik untuk bergerak.”

Saya anggap itu adalah pecutan untuk PLN yang hingga kini masih setengah-setengah melayani konsumen. Kami selalu dipaksa untuk membayar tagihan tepat waktu, namun kami tak bisa memaksa PLN untuk selalu menjaga listrik tetap menyala. Bahkan, mereka memaksa kami untuk mematikan lampu pada jam-jam efektif kami.

Apa ini yang caranya perusahaan besar di Indonesia melayani konsumennya? Bukan melayani konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai tujuan utama, melainkan mengecewakan konsumen tanpa usaha nyata memperbaikinya? Kami sebagai masyarakat NTB khususnya Lombok, kecewa dengan kinerja dan cara PLN NTB melayani konsumen.

Sumber: AW (Inisial) / Mahasiswa Universitas Mataram

Komentar Anda

comments

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below