free website stats program

Jalan – Jalan : Menatap Cantiknya Batu Payung

Pernah tidak kalian melihat iklan salah satu rokok di layar tv yang menampilkan sosok pria berenang dan menangkap ikan, kemudian berkemah dipinggir pantai sembari berpesta ikan bakar dengan teman – temannya ? bukan, saya bukan membahas sosok pria atau iklannya, tapi membahas tempat yang menjadi bagian dari proses syuting tersebut.

Jika kalian perhatikan, di iklan tersebut, ditampilkan sesosok batu karang besar menjulang dengan latar pantai yang sangat indah. Nah ! tempat itu yang akan saya bahas. Batu Payung, demikian lah masyarakat Lombok menyebut lokasi tersebut.

perjalanan menuju batu payung berjalan menuju batu payung

Batu Payung memang baru beken dikalangan para pejalan baru – baru ini, saya sendiri pun juga sebelumnya belum pernah tahu lokasi wisata tersebut, hingga akhirnya saya berkesempatan berkunjung kesana bersama teman – teman saya.

Batu Payung sendiri letaknya di Lombok Tengah, masih satu garis pantai dengan Pantai Tanjung Aan. Berangkat dari Mataram, kami mengendarai mobil sewaan, karena memang untuk menuju ke sana, tidak ada kendaraan umum. Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 1,5 jam dengan kondisi jalan dari Mataram hingga Lombok Tengah masih mulus, begitu memasuki wilayah Batu Payung, barulah kami melewati jalanan tanah dengan kondisi yang tidak terlalu mulus.

berjalan diatas bukit batu payung sisi lain bukit batu payung

Memasuki wilayah Batu Payung, udara panas khas pantai menyambut kami, padahal kondisi saat itu masih pagi. Segera kami memarkirkan mobil di area parkir sederhana yang dibuat oleh penduduk setempat. Biaya parkir untuk kendaraan roda empat Rp. 10.000 sedangkan kendaraan roda dua Rp. 5.000 saja. Dari parkiran, kami mengambil jalan sebelah kanan, memutari garis pantai yang ada di bawah bukit. Melewati karang dan bebatuan yang ada memang harus ekstra hati – hati, karena memang licin dan tajam. Saran saya, gunakan alas kaki yang nyaman dan kuat untuk medan seperti itu.

batu payung dari ketinggian batu payung dikejauhan

Sekitar 15 menit berjalan sampailah kami diujung bukit tersebut, dibaliknya tampak sesosok batu besar berdiri dengan gagahnya, itulah Batu Payung. Disebut Batu Payung, karena bentuknya seperti memayungi pengunjung yang duduk dibawahnya, bentuknya yang unik didapat dari bentukan alami, erosi yang disebabkan oleh ombak dan angin, untuk tingginya sendiri sekitar 15 meter.

Angin di wilayah Batu Payung memang cukup besar, hal tersebut wajar karena letak pantainya sendiri memang langsung berhadapan dengan laut lepas. Angin yang besar mengakibatkan ombak disana juga cukup besar, yang sebenarnya cocok dinikmati oleh peselancar. Tetapi, ombak besar tersebut justru menambah eksotisme pemandangan yang ada disana.

cantiknya batu payung

Selain menikmati Batu Payung dari dekat, kami juga mencoba menikmati keindahan Batu Payung dari atas bukit yang ada disana. Kami naik keatas bukit melalui jalan setapak yang ada didekat bukit tersebut. Sekitar 5 menit berjalan keatas, kami terkesima oleh pemandangan yang kami lihat. Batu Payung dengan latar laut lepas dan ombak yang menerjang membius mata kami. Duduk saja dan nikmati pemandangan sembari menikmati bekal, adalah hal yang kami lakukan. Bagi kalian yang tidak membawa bekal, jangan lupa membeli di warung terlebih dahulu, karena disana tidak ada penjual makanan. Di Batu Payung, hanya ada anak – anak kecil yang menawarkan kelapa muda, dengan harga Rp. 10.000, buah kelapa muda bisa dinikmati.

landscape area batu payung

Puas menikmati pemandangan dari sisi tersebut, kami beralih ke sisi yang lainnya. Dari sisi lainnya, kami juga mendapatkan pemandangan yang tak kalah indahnya ! garis pantai memanjang dengan pasir putih tampak dikejauhan, itulah Pantai Tanjung Aan. Oh iya, bagi kalian yang “malas” menuju Batu Payung dengan berjalan kaki, bisa juga kok menyewa perahu dari Pantai Tanjung Aan. Harga yang ditawarkan sekitar Rp. 100.000 – Rp. 150.000 per kapal, yang bisa diisi oleh 8 – 10 orang penumpang. Nanti, kapal tersebut akan berlabuh di sisi belakang bukit yang memiliki ombak lebih tenang.

Batu Payung dengan segala keindahan dan keunikannya memang sukses membuat setiap orang yang mengunjunginya terkesima, tak salah memang jika tempat ini dipilih sebagai lokasi syuting tersebut. Saya dan teman – teman sendiri pun tak bisa menyangkal keindahannya, bahkan beranjak dari sana pun membuat kaki kami berat melangkah.
Aah, cantiknya Batu Payung sukses “meracuni” kami !

About contributor: Rey Maulana, anak Lombok aseli yang doyan jalan dan makan. Adrenaline junkie dan pencinta jalan gratisan sejati, hehe! Simak celotehannya di http://www.twitter.com/reymaulana114 atau nikmati jepretan amatirnya di http://instagram.com/reymaulana

Komentar Anda

comments

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below