Hotel versus Pantai

Berawal dari pertanyaan @Bli_Arie (yang di-retweet oleh @infolombok) tentang aturan bila investor membeli suatu lahan untuk membangun hotel, apakah pantai di depannya otomatis menjadi hak milik hotel tersebut membuat diskusi online via twitter menjadi hangat. Beragam tanggapan pun muncul dari followers @infolombok yang antara lain @romeo_irama mengatakan bahwa pantai tidak dapat diperjualbelikan dan investor hanya mendapat ijin pakai saja. Hal itu senada dengan @baguzzpeace yang menyatakan kalau sekedar hak pakai tidak ada masalah tapi bukan hak milik. Secara aturan tidak diperkenankan karena dari IMB pun harus ada jarak dari pinggir pantai menurut @iwaphei.

Diskusi semakin memanas ketika @infolombok memberi contoh kasus Topik #diskusilombok » Akses ke Pantai Tj. Bloam di Jerowaru, Lotim sdh ditutup u/ umum krn akan dibangun Hotel Jeeva Bloam #hoteldanpantai

Sebaiknya semua hotel berada di seberang pantai agar pantai bersih dari bangunan, itu yang namanya melestarikan pantai versi @qiqienmuttaqien dan yang membuat heran @ifan_abdillah adalah ketika pihak investor membangun resort / hotel, lalu mengklaim pantai menjadi hak milik sehingga menyebabkan orang Lombok sendiri kok tidak bisa ke pantai yang ada di Lombok. Kesimpulannya pantai adalah milik negara yang tidak bisa diperjualbelikan. Pihak investor hanya membeli lahan untuk pembangunan hotel bukan membeli pantainya, jadi tidak boleh menutup akses bagi warga yan ingin menikmati keindahan pantai tersebut.

 

Komentar Anda

comments

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below