Apa dan Bagaimana Perkembangan Halal Travel?

Belum lama ini Dunia Pariwisata NTB khususnya Pulau Lombok memperoleh penghargaan bergengsi dari ajang The World Halal Travel Awards 2015. Lombok menyabet dua penghargaan sekaligus yaitu World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination. Hal tersebut sungguh membanggakan sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan sekaligus memberi bukti bagi para wisatawan yang datang ke Lombok. Namun apakah yang disebut Halal Travel dan bagaimana perkembangannya di dunia pariwisata internasional?

Mungkin banyak yang berpikir bahwa Halal Travel akan mematikan pariwisata konvensional karena sifatnya yang bertolak belakang. Namun hal ini dibantah oleh Kepala BPPD Nusa Tenggara Barat, Taufan Rahmadi. Menurut beliau Halal Travel ataupun Halal Tourism adalah tentang halal lifestyle, pilihan services kepada para wisatawan yang memang di dalam melakukan perjalanannya membutuhkan standardisasi halal.

Halal Travel sudah berkembang di berbagai negara contohnya Malaysia, Thailand, Turki, Spanyol, Jepang hingga Korea dan untuk Indonesia sendiri dapat dikatakan terlambat, karena belum serius menggarap potensi dari Halal Travel ini.

Pasar utama dari Halal Travel adalah Timur Tengah. Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya pasar Timur Tengah sangat berpotensi dengan spending yang besar, contohnya Uni Emirat Arab mencapai USD 1,700 per kepala disusul oleh Arab Saudi yang mencapai USD 1,500 per kepala. Untuk rata-rata spending dari wisatawan asal Timur Tengah ini mencapai USD 1,200 per kepala, jauh lebih besar dibandingkan wisatawan lainnya.

Bagaimana dengan prospek bisnis Halal Travel? Dari segi pendapatan, Halal Travel termasuk bisnis dengan High Revenue dan juga High Opportunity, ditambah lagi award yang telah didapat. Halal Travel dunia rata-rata bertumbuh 6%, lebih cepat dari sektor travel manapun. Termasuk lebih tinggi dari rata-rata tour and travel dunia, yang saat ini berada di kisaran 5%. Saat ini di hampir seluruh dunia sedang menjaring pasar Timur Tengah. Malaysia dengan Bukit Bintang, Korea dengan Jeju Island, Thailand dan Jepang juga begitu.

Komentar Anda

comments

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below