Published On: Fri, Aug 3rd, 2012

Aneka Kuliner Khas Lombok

Share This
Tags

Entahlah disengaja atau tidak, ternyata ada hubunganya antara nama pulau dengan cita rasa masakan nya. Lombok berarti cabai, kalau bicara cabai, maka yang terbayang rasa pedas. Ya, sebagian besar masakan khas pulau Lombok memiliki citarasa pedas. Tidak percaya ? mari ikuti saya berpetualang rasa di pulau Pedas eh di pulau Lombok.

Jamuan makan malam Ibu Atik, Desa Sanaru Lombok Timur.
Bagi saya wajib hukumnya untuk menceritakan enak nya masakan Ibu Atik ini. Ibu Atik adalah ibu rumah tangga yang berbaik hati mau memasakan kami ketika kami baru mengakhiri pendakian gunung Rinjani, kebetulan Ibu Atik adalah Bibik dari salah satu Guide yang mengantar kami ke Rinjani. Kepiawaian Ibu Atik dalam mengolah masakan memang sudah sangat terkenal di Desa Senaru ini. Beliau koki utama yang selalu diundang jika ada acara-acara penting desa seperti pernikahan atau acara khitanan. Ibu Atik bercerita “ kalau lagi musim begawe (acara makan-makan setelah berlansungnya pernikahan ), saya bisa gak pulang mbak, keliling dari satu begawe ke begawe lain nya”. Woow saya merasa beruntung bisa mecicipi kelezatan masakan ibu Atik.

ibu atik 1

Malam itu kami dijamu ibu Atik dengan hidangan khas Lombok lengkap. Saya melihat ada Sop Bebalung, Pelecing kangkung, Sate Pusuk, dan pelecing ayam. Tidak salah memang ibu Atik dipilih menjadi pemasak andalan desa Senaru, masakan nya luar biasa lezat. Sampai pada akhir liburan kami di pulau Lombok, masakan itu Atik inilah juara nya, baik itu bumbu pelecing nya, sate pusuk nya, maupun sop Bebalung nya. Saking terpana nya saya dengan rasa kuah sop Bebalung nya, saya memberanikan diri untuk belajar membuat kuah bebalung yang enak ini dan Ibu Atik yang baik hati mau memberi tahu saya tips cara membuat sop Bebalung yang enak.

ibu atik 2

Demikian cerita indah saya dengan jamuan makan malam di rumah Ibu Atik, walau makan malam hanya lesehan di atas tikar di ruang tengah rumah ibu Atik, tapi ini adalah jamuan makan malam yang sangat mewah buat saya dan teman-teman

Sayur Ares

Sebenar nya saya dan Ichil tidak sengaja menemukan Sayur Ares ini. Kami menemukan nya disebuah warung makan kecil di pojokan jalan dipertigaan Sembalun, dalam perjalanan kami menuju Labuan Pandan. Saking sederhana dan kecil nya ini warung, hinggak warung nasi ini lebih cocok disebut warung kelontong kecil, hanya ada meja kayu yang dipaku ke dinding warung dan dua buah bangku panjang kecil.

ares

Akan tetapi dari warung sederhana ini saya seperti menemukan harta karun, bagaimana tidak saya sebut harta karun, karena saya menemukan masakan Ares. Ares adalah masakan tradisional khas suku sasak – Lombok. Masakan ares ini bahan utama nya terbuat dari pohon pisang yang masih muda dan sudah dibuang kulit luarnya yang keras.

Tidak mudah menemukan sayur Ares ini, karena makanan yang satu ini dapat kita temukan hanya pada momen-momen tertentu seperti acara hajatan, pernikahan dan upacara-upacara adat yang lainnya. Oleh sebab itu saya merasa beruntung sekali menemukan Sayur Ares ini di sebuah warung kecil di pojokan jalan sepi di Desa Sembalun.

Bersama Sayur Ares menu yang tersedia di warung kecil ini adalah Pelecing ayam, untuk rasa jangan ditanya lagi, Yan temen seperjalanan kami sampai nambah dua kali dan komentar nya hanya satu Heaven On Plate.

Pelecing Kangkung

plecing

Saya rasa masakan satu ini sudah sangat populernya saat ini, bahkan di Jakarta sendiri kita sudah dapat dengan mudah menemukan nya. Biasanya pelecing kakung hadir sebagai pendamping makanan utamnya yaitu Ayam taliwang atau ayam pelecing. Pelecing kangkung sendiri berbahan sayur kangkung, kacang panjang dan tauge yang direbus. Saat disajikan, sayuran tersebut diberi sambal tomat dan parutan kelapa yang sudah di oseng terlebih dahulu di atasnya. Tidak ketinggalan kacang tanah goreng juga ditaburkan di sisi sayur ini.

Bebalung

bebalung Lombok

Sop Balungan sebenarnya hanyalah sop bening biasa berbahan balungan-balungan atau tulang-tulang sapi yang biasanya dimakan sebagai menu sarapan. Yang membedakan nya dari sop daging biasa adalah penggunaan daun asam jawa dalam pembuatan kuah kaldu. Hal ini saya ketahui dari Ibu Atik di desa senaru, bahkan beliau memperlihatkan kepada saya rupa dari daun asam. Sedikit rasa asam dari daun menghadirkan rasa segar pada kuah sop.

bahan bebalung kitchen

Salah satu warung yang cukup terkenal menjual sup bebalung adalah Warung Klebet yang beralamat di Jl. HOS Cokroaminoto. Letaknya di belakang kantor Gubernur NTB. Warung ini buka mulai pukul 06.00 hingga 10.00 waktu setempat. Pukul tujuh pagi saya sudah sampai di Warung Klebet, luar biasa memang selera makan masyarakat Mataram, menu sarapan pagi nya semangkok besar sop tulang-tulang sapi + sepiring nasi putih dan tentu saja pelecing kangkung. Ketika pesanan saya sedang dipersiapkan, saya menyempatkan diri untuk tour ke dapur warung kelebat, sebuah dapur dengan beberapa buah tangku besar yang diatas nya teronggok kuali-kuali ukuran besar berisi kuah kaldu dan potongan-potongan daging dan tulang sapi. Semakin kebelakang menengok dapur, saya melihat tumpukan bahan-bahan sayur pelecing yang siap di olah dan juga bawang putih dan bawang merah bergelantungan, dapur yang sangat bersahaja.

bebalung Lombok

Dibandingkan dengan sop Bebalung ibu Atik, kuah sop Bebalung di warung Kelbet ini cara memasaknya tidak menggunakan daun asam jawa, jadi rasanya mirip-mirip dengan sop daging biasa, lidah saya lebih menyukai sop Bebalung ala ibu Atik.

Nasi Balap Puyung

Inaq ensun

Sesuai dengan namanya, masakan ini berasal dari desa Puyung, Lombok Tengah. Seorang Inaq (ibu) Esun menciptakan masakan yang akhirnya menjadi legenda ini. Berdasarkan keterangan pada buku Menu di warung makan Inaq Nasun, Nama Balap Sendiri diambil dari hobi cucu nya yang memang seorang pembalap terkenal dari Lombok Tengah, jadi dahulu kalau sang cucu habis memenangkan lomba balap nya, dia akan mengajak teman-teman nya untuk merayakan kemenangan nya dirumah makan si nenek, jadilah nasi pedas itu terkenal dengan Nasi Balap Puyung.

kitchen inaq ensun

Beruntung saya bisa mencicipi nasi balap puyung langsung dari tempat asalnya di warung makan inaq Nasun yang asli, yaitu di Desa Puyung. Lokasi warung makan inaq asun sangat terpencil didalam sebuah gang. Jika mata tidak awas jangan harap bisa menemukan gang ini. Tantangan lain nya adalah ada banyak warung makan nasi Balap yang mengaku –ngaku sebagai yang asli. Saya hitung ada 3 warung makan nasi balap puyung di sepanjang lorong gang menuju warung makan yang asli. Warung makan Inaq Esun sangat sederhana, dengan deretan meja-meja untuk lesehan.

lesehan inaq ensun

Masakan ini sebenar nya berupa nasi campur sederhana. Lauk yang menyertai nasi hanya terdiri dari ayam suwir goreng kering, sambal goreng ayam dan kacang kedelai goreng. Tapi walau sederhana, rasa nya patut di pujikan.

Sate Rembige

sate rambige

rambige on fire

Masakan khas pulau Lombok yang satu ini juga sayang kalau dilewatkan, walaupun kita harus rela antri untuk bisa menikmati sepiring sate Rembige. Nama Rembige sendiri diambil dari nama daerah dekat Bandara Selaparang Mataram, lokasi dimana sate ini dijual. Warung penjual Sate Rembige yang cukup terkenal adalah Sate Rembige Ibu Sin Warung sate ibu Sin baru buka pukul 2 siang sampai sate habis. Dari pinggir jalan kita sudah bisa melihat antrian pembeli di warung sate Ibu Sin.

Sate Rembige sendiri adalah sate daging yang dibumbui dengan bumbu pedas yang bahan baku nya hampir sama dengan bahan sambal pelecing yaitu perpaduan cabe merah, cabe rawit dan terasi yang di dihaluskan. Sebagai peredam rasa pedas, ibu Sin menambahkan kecap dalam adonan, sehingga menghasilkan rasa pedas dan manis yang menurut saya rasanya enaek. Bagi yang suka dengan rasa pedas, sate ini harus dicoba.

rambige menu

Sate Bulayak

bulayak

Dari nama nya saja sudah membuat saya penasaran, apa pula sate bulayak ini ? ternyata kalau dilihat dengan seksama, sate ini tidak terlalu istimewa, yaitu sate dari daging ayam atau daging sapi biasa. Namun, yang membuat istimewa adalah temannya saat dimakan, yaitu sebuah lontong yang dibungkus dengan daun lontar. Lontong ini berbentuk lonjong, pembungkusannya dilakukan dengan cara melilit daun lontar dari ujung keujung lontong, cara melilit ini di Lombok disebut Bulayak, oleh sebab itu sate ini disebut Sate bulayak, karena si sate selalu berdampingan dengan lontong lilit setiap kali tampil.

Keistimewaan lainnya dari sate ini terdapat pada bumbu yang digunakan, walaupun bumbu tampak kental, tapi saya tidak menemukan jejak kacang dalam olahan bumbu. Dari hasil percakapan dengan ibu penjual sate bulayak, saya baru tahu kalau kuah sate terdiri dari banyak bumbu, bahkan menurut saya bumbunya sangat lengkap, yaitu bawang putih, cabai rawit, bawang merah, merica, jahe, kunyit, lengkuas, terasi. Semua bahan ditumbuk halus lalu digoreng, terakhir disiram santan kental. Perpaduan semua bumbu menghasilkan rasa kuah yang nikmat, tapi hati-hati dengan rasa pedas yang muncul karena kehadiran si rawit dalam campuran bumbu.

Kita bisa merasakan kelezatan sate bulayak yang enak di Taman Suranadi, Narmada.

Rujak Serut buah Suranadi

rujak serut1

Jika sudah sampai di Taman Suranadi, Narmada. Jangan tidak mencoba rujak buah nya. Dari penampakan nya rujak ini memang tidak berbeda dari rujak pada umum nya, beberapa macam buah-buahan segar di parut , lalu diatasnya di siram larutan gula merah kental dan terakhir disiram lagi dengan kuah merah yang terbuat dari cabe rawit dan terasi. Si kuah merah ini yang menjadikan rujak terasa istimewa, rasa pedas dan aroma udang dari terasi lombok yang khas langsung menyeruak ketika kita menikmati segarnya rujak, sensasional. Saking terpikatnya dengan si kuah merah ini, saya sampai membawa nya ke Jakarta.

Pasar Basah Cakranegara

pasar cakra

Hampir disetiap akhir liburan saya disuatu daerah, saya akan menutup nya dengan berkunjung ke pasar traditional daerah tersebut. Begitu juga dengan kunjungan saya ke pulau Lombok kali ini. Di hari terakhir saya di Lombok, saya menyempatkan diri mengunjungi pasar basah Cakranegara. Tujuan utama saya adalah membeli terasi Lombok yang terkenal itu sebagai buah tangan untuk teman-teman di Jakarta.

Terasi

kangkung

Pasar Cakranegara terletak di Jalan Cakranegara, tepat berada di pusat kota Mataram. Mengunjungi pasar traditional bagi saya sungguh sebuah pengalaman menarik, melihat aneka macam sayuran dan makanan yang menjadi ciri khas pulau Lombok, seperti sayur kangkung segar yang menjadi primadona untuk bahan pelecing dan penjaja ayam bakar dengan cara beberapa ekor ayam ditusuk sekaligus ala sate, ayam-ayam ini nantinya akan dibuat ayam taliwang. Di akhir acara susur pasar ini saya membeli jajanan pasar sebagai bekal perjalanan.

taliwang

jajan pasar

Komentar Anda

comments