Aliansi Kerukunan Antar Pemuda Lintas Agama NTB Gelar Halal Bihalal

Akapela NTB

InfoLombok.Net – Dalam rangka menjalin ikatan kepemudaan antara lintas agama yang tergabung dalam Aliansi Kerukunan Antar Pemuda lintas Agama yang disingkat AKAPELA NTB yang merupakan inisiasi LBH APIK NTB mengelar halal bihalal dan wokshop. Dengan tema “bersama menyatukan langkah memperkuat komitmen dalam rangka penghapusan kekerasan berbasis agama dan atas nama agama serta Gender” Hadir dalam acara tersebut t hadir semua perwakilan Akapela Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara (KLU), dan Lombok Barat. Minggu, (24/Agustus/2014).

Pada kesempatan tersebut Surya dari LBH APIK NTB mengungkapkan betapa pentingnya untuk senantiasa membuka ruang dialog antar pemuda lintas agama sebagai upaya meminimalisir konflik atas nama agama. Workshop yang dirangkai dengan kegiatan halalbihalal ini dihajatkan untuk mempererat silaturrahmi antar pemuda lintas agama serta memperkuat kelembagaan AKAPELA NTB. Salah satu tujuan pembentukan AKAPELA untuk mengembangkan faham fluralisme dan menghargai perbedaan sebagai “Ramhat Tuhan”. Pemuda lintas agama juga diharapkan sebagai ujung tombak dalam rangka penghapusan kekerasan berbasis agama dan gender maupun kekerasan yang mengatasnamakan agama tertentu.

Lebih lanjut Suryajaya mengatakan bahwa. Acara halal bihala dan wokshop ini memang dirancang untuk saling menjaga hubungan baik antara masing-masing anggota antar pemuda lintas agama, serta generasi muda dalam merawat dan menjaga keberagaman. Namun tak kalah pentinya, Akapela Kota Mataram, Lobar dan KLU agar, mampu menjadi tulang punggung dalam memberikan pemahaman kekerasan pada perempuan dan anak, sehingga ke depan semua itu harus menjadi tanggung jawab bersama”, ungkapnya.

Hal senanda disampaikan oleh, Azkia Rostiana Rahman, ketua Akapela NTB menyampaikan, tentang pentingnya Merawat Kerukunan dalam bingkai kebersamaan serta kesadaran hidup berdampingan secara damai. “Kegiatan halal biahalal ini ini terselenggaran atas kerjasama LBH APIK NTB, Inti dari halal bihala dan wokshop ini adalah bagaimana semua anggota mampu dan memahami tentang saling menghargai antara satu agama lain dengan agama lainnya.

Azkia, masih berstatus mahasiswa FKIP Universitas Mataram (Unram) ini menceritakan pengalamannya hidup rukun bersama tentangga yang berbeda agama, namun selalu tetap rukun sampai sekarang ini.  “Pemahaman perbedaan itu tidak boleh dijadikan masalah, namun perbedaan itu harus dirawat dan dijaga secara bersama, terutama dikalangan generasi muda yang ada di NTB”. Tambahnya.

Harapannya, Akapela ditiga kabupaten seperti Kota Mataram, Lombok Barat dan KLU menjadi perekat ditengah keberagaman. “Sehingga keberagaman itu menjadi indah, ketika Akapela secara terus-terus menjaga dan merawat keberaraman itu”, tambahnya. (Kangjay)

Komentar Anda

comments

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below