free website stats program

AKAPELA Nusa Tenggara Barat Lombok Barat Gelar Dialog Tematik

Setelah pada periode sebelumnya (tahun 2013) Aliansi Kerukunan Pemuda Lintas Agama (Akapela) yang diinisiasi oleh LBH APIK NTB mengelar diskusi Fundamentalisme, maka pada periode tahun 2014 ini mengangkat tema tentang Agama yang humanis, egaliter dan berkeadilan gender. Untuk diketahui bahwa pada periode 2014 – 2015 ini dialog tematik lebih terstruktur dengan telah disepakatinya kurikulum keberagaman dalam kerukunan agama dan berkeadilan gender.

Akapela dan LBH-APIK NTB

Dialog pertama dilaksanakan di Lombok Barat (26 September 2014), dialog Mataram (27 September 2014) dan Lombok Utara pada hari ini tanggal 28 September 2014. Hadir dalam acara tersebut pemuda Lintas agama, dan pelajar dari daerah sekita Lombok Utara. Selain juga turut hadir dari coordinator untuk program fundamentalis LBH APIK NTB dan sebagai fasilitator Bapak Muhammad Misnul Hakim, S.Ag. Jum’at (26/09/2014).

Dalam kesempatan itu, Rozi Nopandi (Ketua AKAPELA Lobar) menyampaikan, tentang pentingnya Berdialog dan silaturrahmi, sehingga klaim akan kebenaran pada agama sendiri serta tidak memberikan pengakuan pada agama lain bisa diminimalisir. Dengan adanya dialog ini akan membuka pemahaman semua peserta dialog Forum Pemuda Lintas Agama Lobar apa itu tentang agama yang humanis, egaliter serta berkeadilan gender.

Azkia (Ketua AKAPELA Provinsi NTB) menambahkan “Dialog ini terselenggaran atas kerjasama Akapela dengan LBH APIK NTB, Inti dari dialog antar pemuda lintas agama ini adalah bagaimana sikap saling menghargai antar pemuda beda agama harus berawal dari kalangan pemuda, sehingga harapan dengan adanya dialog rutin ini semua peserta mampu penghayati betapa pentingnya hidup damai dan saling menghargai ditengah keberagaman itu serta memperjuangkan keadilan gender”. Ungkapnya.

Gadis yang masih berstatus mahasiswa Universitas Mataram ini memberikan penekan juga pada penting untuk mendorong pemuda lintas agama untuk memberikan pemahaman anti diskriminasi terhadap perempuan, jarang sekali disentuh, sehingga isu ini dipandang sebelah mata”. Tambahnya.

L. Johansah (Panitian dialog Lombok Utara) juga menambahkan pentingnya untuk terus membuka ruang diskusi antar pemuda lintas agama, hal ini dimaksudkan untuk terus menjaga kerukunan. Diharapkan juga pemuda bisa menjadi ujung tombak untuk mewujudkan kehidupa beragama yang rukun dan berkeadilan gender.

Hal yang sama disampaikan Surya (Koordinator Program dari LBH APIK NTB) kegiatan diskusi seperti ini harus selalu kita dorong. Apalagi tujuannya untuk memberikan pengetahuan pada pemuda lintas agama untuk saling mengenal satu sama lain dan saling berdiskusi tentang agama yang humanis, agama yang damai dan menghargai perbedaan. Kami sangat mengharapkan teman-teman yang terlibat dalam aliansi ini bisa menjadi ujung tombak dalam menjaga perdamaian dan kerukunan antar pemeluk agama. Pemuda lintas agama juga harus memahami tentang nilai-nilai keadilan gender dan anti kekerasana terhad perempuan.’ ungkapnya.

Lebih lanjut Surya menjelaskan bahwa dialog seperti ini akan terus dilaksanakan oleh LBH APIK NTB kerjasama dengan AKAPELA yang sudah ada di tiga wilayah. Yaitu Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara. Semoga kedepan juga kami bisa meningkatkan kerjasama dengan pemerintah yang akan kita dorong untuk memberikan fasilitas berupa secretariat bersama untuk masing-masing wilayah. Semoga imbuhnya.

Misnul menambahkan bahwa perumpamaan dalam hidup beragama, bahwa kita harus menjadi sepeti huruf dari A – Z, kita hidup untuk saling mengenal dan tolong menolong. Tugas kita sebagai manusia adalah bagaimana bisa membuat kalimat yang indah terangkai dari huruf A-Z. ibarat taman, kalau tidak beragam warna bunganya, maka akan kurang indah. Begitu juga halnya dalam kehidupan beragama yang berbeda harus bisa mewujudkan agama sebagai rahmatan lil’alamin.

Komentar Anda

comments

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below